Cetak Wirausahawan Handal, Mandiri Kembali Gelar Program Wirausaha Mandiri
Senin, 15 Maret 2010
Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan handal untuk menjadi negara maju. Pasalnya, wirausaha merupakan kegiatan yang diyakini mampu melepaskan masyarakat dari kesulitan memperoleh kesempatan bekerja di Indonesia.
Saat ini, perbandingan jumlah wirausahawan terhadap jumlah penduduk sangat kurang karena masih di bawah 2%. Untuk meningkatkan presentase tersebut, perlu partisipasi dan sinergi dari pemerintah, dunia pendidikan , entitas bisnis, dan masyarakat. Atas dasar itu, Bank Mandiri pun berkomitmen terus mendorong generasi muda untuk berwirausaha melalui program Wirausaha Mandiri.
Setelah sukses menyelenggarakan program tersebut sejak 2007 hingga 2009, tahun ini Bank Mandiri kembali menyelenggarakan program Wirausaha mandiri untuk ke-empat kalinya guna memfasilitasi generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam mengembangkan potensi kewirausahaan
Direktur Institusional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan fokus program Wirausaha Muda Mandiri adalah mengubah pola pikir para mahasiswa untuk mulai berwirausaha dan mengurangi ketergantungan pada lapangan pekerjaan yang telah tersedia. Pelaksanaan program ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan bagi pengusaha mikro dan kecil untuk menjadi pengusaha yang lebih tangguh, mandiri, dan layak mendapat pembiayaan bank.
“Kami yakin bahwa meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat sehingga dapat mendorong roda perekonomian Indonesia, Untuk itu Bank Mandiri berkomitmen untuk selalu membantu menciptakan wirausahan muda yang tangguh,” kata Abdul Rachman.
Penyelenggaraan program Wirausaha Muda tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain mengadakan Workshop dan Penghargaan Wirausaha Mandiri, pada Wirausaha Mandiri 2010 akan ada juga pelatihan untuk dosen guna memperkuat tim pengajar kewirausahaan di perguruan tinggi sesuai dengan modul kewirausahaan yang telah disusun sebelumnya. Pelatihan tersebut akan digelar di 10 (sepuluh) kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Pontianak. Bank Mandiri mengembangkan kegiatan dengan mengelompokkan menjadi tiga bidang usaha pada program Wirausaha Mandiri, yaitu sektor Industri dan Jasa Mandiri, sektor Boga Mandiri dan sektor Kreatif Mandiri. Pengelompokan spesialisasi usaha ini diharapkan dapat memberikan asistensi dan pendampingan praktis yang lebih khusus dan sesuai dengan kebutuhan para wirausaha di sektor-sektor yang berbeda.
Pengusaha Cold Stored di Ambon Ersan pinontuan mengemukakan bahwa kesempatan menjadi wirausahawan di Indonesia lebih mudah dan terbuka di negara lain karena sumber daya yang ada sangat potensial untuk dikembangkan. “Saya mendukung program Wirausaha Mandiri karena bisa memunculkan pola pikir baru pada mahasiswa bahwa semua bisa menjadi wirausahawan,” ujar Ersan Pinontuan.
Sementara itu, Pengusaha Industri dan Jasa George Tahija berpendapat kesempatan untuk bekerja di sektor formal saat ini sangatlah terbatas dan tidak mampu untuk mengakomodir semua lulusan perguruan tinggi. Karena itu, menjadi wirausahawan merupakan pilihan sekaligus keharusan terlebih di dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini. ”Melalui program Wirausaha Mandiri, diharapkan mampu menjadikan mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif untuk tidak tergantung kepada ketersediaan lapangan kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja-lapangan kerja baru,” kata George Tahija. |