|
Workshop Wirausaha Muda Mandiri pertama kali diselenggarakan pada 14 ? 15 November 2007 di Upper Room lantai XII Annex Building, Hotel Nikko, Jakarta. Workshop bertema Semangat Generasi Mandiri ini dihadiri oleh 650 mahasiswa yang berasal 18 PTN/PTS se-Jabodetabek. Beberapa pembicara workshop antara lain adalah Ir. Ciputra ? Direktur Utama Ciputra Group, Djoenaedi Joesoef ? Chairman of The Board PT Konimex dan Hermawan Kertajaya ? Pakar Pemasaran. Pada workshop tersebut, Ciputra menuturkan bahwa Indonesia sebenarnya sangat kaya akan hasil bumi yang siap untuk diolah jika kita mempunyai banyak entrepreneur tangguh untuk memanfaatkannya. Selama ini semua kekayaan alam Indonesia tidak terolah dengan maksimal karena wirausahawan yang ada lebih banyak menggunakan naluri dan jaringan bisnis daripada menggunakan pengetahuan tentang kewirausahaan yang sesungguhnya. Memang, untuk berwirausaha tidak dapat dijalani hanya dengan sekedar bakat dan dorongan lingkungan, tetapi dibutuhkan juga tekad dan keberanian. Menurut Ciputra, pola pikir seseorang perlu dirubah agar jeli melihat peluang, bahkan berani mengubah tantangan menjadi peluang usaha. Djoenaedi Joesoef menambahkan bahwa semangat saja tak cukup untuk menjadi pengusaha sukses. Diperlukan juga kerja keras dan kegigihan. ?Saya merintis usaha dari nol. Dengan berjualan obat ? obatan keliling dari kampung ke kampung dan dari pasar ke pasar?, kenangnya. Sebagai pengusaha tradisional, Djoenaedi harus memiliki kemauan untuk terus menjalankan bisnis dengan cara yang baik dan benar. Semua itu membutuhkan kedisplinan dan integritas. ?Saya merangkak dari bawah dan memulai usaha kecil ? kecilan, kemudian selangkah demi selangkah dapat membesarkan usaha saya?, lanjut tokoh bisnis yang dulu pernah menumpang di rumah pelanggan karena tidak ada uang untuk menginap bahkan di losmen murah sekalipun. Pakar pemasaran Hermawan Kertajaya menyampaikan 3 (tiga) faktor kunci sukses dalam berwirausaha. Pertama adalah kemampuan wirausaha untuk menghasilkan produk yang unik (diferensiasi). Kedua, membangun merek (brand) yang memiliki nilai (value). Dan ketiga, memilih pasar yang tepat (positioning). Faktor modal menurutnya bisa didapatkan dari bank. ?Jika anda kompeten dan prospektif, bank pasti siap membantu?. |
|